Skip to content

Momokku di sodok 2 kontol

September 13, 2011

image

Aku, seorang model yunior,diperkenalkan
oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal.Temanku ngasi tau bahwa om
Andi, demikian dia biasanya dipanggil, doyan
daun muda.Bagiku gak masalah, asal benar2 dia bisa mendongkrak ratingku sehingga
menjadi ternama. Om Andi membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi2 sekali, pada hari yang telah ditentukan, om andi menjemputku. Bersama dia ikut juga asistennya, Joko, seorang anak muda yang cukup ganteng, kira2 seumuran denganku. Tugas Joko adalah membantu om Andi pada sesi pemotretan. Mempersiapkan
peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yang akan dikenakan model. Om And sangat profesional mengatur pemotretan,mula2 dengan pakaian santai yang seksi, yang menonjolkan lekuk liku tubuhku yang memang bahenol. Pemotretan dilakukan di luar. Bajunya dengan potongan dada yang
rendah, sehingga toketku yang besar montok seakan2 mau meloncat keluar. Joko terlihat menelan air liurnya melihat
toketku yang montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar kontolnya, itu membuat aku jadi
blingsatan sendiri.Setelah itu, om Andi mengajakku melihat hasil pemotretan di
laptopnya, dia memberiku arahan bagaimana berpose seindah mungkin. Kemudian sesi ke2, dia minta aku mengenakan lingeri
yang juga seksi, minim dan tipis, sehingga aku seakan2 telanjang saja mengenakannya. Pentil dan jembutku yang lebat membayang di kain lingerie yang tipis. Jokopun kayanya gak
bisa konsentrasi melihat tubuhku. Aku yakin kontolnya sudah ngaceng sekeras2nya. Om And mengatur gayaku dan mengambil poseku dengan macam2 gaya tersebut. Tengkurap,
telentang, ngangkang dan macem2 pose yang seksi2. Kembali om Joko memberiku arahan setelah membahas hasil pemotretannya. Sekarang sekitar jam 12 siang, om Andi minta
Joko untuk membeli makan siang. Sementara itu aku minta ijin untuk istirahat dikolam renang aja. Om Andi memberiku bikini
yang so pasti seksi dan minim untuk dikenakan. Tanpa malu2 segera aku mengenakan bikini itu. Benar saja, bikininya minim sehingga hanya sedikit bagian tubuhku yang tertutupinya. Aku berbaring di dipan dibawah payung. Karena lelah akibat sesi
pemotretan yang padat dan angin sepoi2, aku tertidur.Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke
dadaku. Ketika tangan itu menyentuh selangkanganku tiba-tiba mataku terbuka, aku melihat om Andi sedang menggerayangi tubuhku. “Nes, kamu seksi sekali, om jadi
napsu deh ngeliatnya. Om jadi pengen ngentotin Ines, boleh gak Nes. Nanti om bantu kamu untuk jadi model profesional”,
katanya. Karena sudah diberi tahu temanku, aku tidak terlalu kaget mendengar permintaannya yang to the point. “Ines sih
mau aja om, tapi nanti Joko kalo dateng gimana”, tanyaku. Om and segera meremas2 toketku begitu mendengar bahwa aku
gak keberatan dientot. “Kamu kan udah sering dientot kan Nes, nanti kalo Joko mau kita main ber 3 aja, asik kan
kamunya”, katanya sambil tersenyum.
Aku diam saja, om Andi berbaring di dipan disebelahku. Segera
aku dipeluknya, langsung dia menciumku dengan ganas.
Tangannya tetap aktif meremas2 toketku, malah kemudian
mulai mengurai tali bra bikiniku yang ada ditengkuk dan
dipunggung sehingga toketku pun bebas dari penutup. Dia
semakin bernapsu meremas toketku. “Nes, toket kamu besar
dan kenceng, kamu udah napsu ya Nes. Mana pentilnya gede
keras begini, pasti sering diisep ya Nes”.
Dia duduk di pinggir dipan dan mulai menyedot toketku,
sementara aku meraih kontolnya serta kukocok hingga
kurasakan kontol itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat
waktu tangannya membelai selangkanganku dan menggosok-
gosok nonokku dari luar. “Eenghh.. terus om.. oohh!” desahku
sambil meremasi rambut om Andi yang sedang mengisap
toketku. Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan
berhenti di puserku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika
lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya
yang bergerak keluar masuk nonokku dari samping cd bikini
ku. Aku sampai meremas-remas toket dan menggigit jariku
sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak
itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan nonokku
mengeluarkan cairan hangat. Dengan merem melek aku
menjambak rambut om andi. Segera tangannya pun mengurai
pengikat cd bikiniku sehingga aku sudah telanjang bulat
terbaring dihadapannya, siap untuk digarap sepuasnya. Dia
segera menyeruput nonokku sampai kurasakan cairanku tidak
keluar lagi, barulah om Andi melepaskan kepalanya dari situ,
nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku. “Jembut kamu
lebat ya Nes, pasti napsu kamu besar. Kamu gak puas kan kalo
cuma dientot satu ronde”, katanya.
Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku
sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan
cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku
agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga
mulutku. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi,
kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit
dan mengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga
menjilati wajahku sampai wajahku basah oleh liurnya. “Ines ga
tahan lagi om, Ines emut kontol om ya” kataku. Om Andi
langsung bangkit dan berdiri di sampingku, melepaskan semua
yang nempel dibadanya dan menyodorkan kontolnya.
kontolnya sudah keras sekali, besar dan panjang. Tipe kontol
yang menjadi kegemaranku. Masih dalam posisi berbaring di
dipan, kugenggam kontolnya, kukocok dan kujilati sejenak
sebelum kumasukkan ke mulut.
Mulutku terisi penuh oleh kontolnya, itu pun tidak
menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku
memainkan lidahku mengitari kepala kontolnya, terkadang juga
aku menjilati lubang kencingnya sehingga om andi bergetar
dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi
kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku
gelagapan. “Eemmpp.. nngg..!” aku mendesah tertahan karena
nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya. Kepala
kontol itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku.
Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku
berusaha menelan pejunya itu, tapi karena banyaknya pejunya
meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia
menarik keluar kontolnya, sehingga semburan berikut
mendarat disekujur wajahku. Kuseka wajahku dengan
tanganku. Sisa-sisa peju yang menempel di jariku kujilati
sampai habis. Saat itu mendadak pintu pager terbuka dan Joko
muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang
sedang bugil. “Jok, mau ikutan gak”, tanya om Andi sambil
tersenyum. “Kita makan dulu ya”. Segera kita menyantap
makanan yang dibawa Joko sampai habis. Sambil makan,
kulihat jakunnya Joko turun naik melihat kepolosan tubuhku,
meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke toketku. Aku
mengelus-elus kontolnya dari luar celananya, membuatnya
terangsang.
Akhirnya Joko mulai berani memegang toketku, bahkan
meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya
dan meraba-raba dadanya. “Nes, toketnya gede juga ya..
enaknya diapain ya”, katanya sambil terus meremasi toketku.
Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka
pakaiannya. Nampaklah kontolnya cukup besar, walaupun
tidak sebesar kontol om Andi, tapi kelihatannya lebih panjang.
Kugenggam kontolnya, kurasakan kontolnya bergetar dan
mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga
berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan
kontolnya ke mulut, kujilati dan kuemut-emut hingga Joko
mengerang keenakan. “Enak, Jok”, tanya om Andi yang
memperhatikan Joko agak grogi menikmati emutanku.
Om andi lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk
mengocok kontolnya. Secara bergantian mulut dan tanganku
melayani kedua kontol yang sudah menegang itu. Tidak puas
hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian om andi pindah
ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan
kedua tanganku. Aku mulai merasakan kontolnya menyeruak
masuk ke dalam nonokku. Seperti biasa, mulutku menganga
mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci kontolnya
memasuki nonokku. Aku dientotnya dari belakang, sambil
menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya
hinggap pada toketku. Aku menggelinjang tak karuan waktu
pentil kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada
kontol Joko makin bersemangat.
Rupanya aku telah membuat Joko ketagihan, dia jadi begitu
bernafsu memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang
ngentot. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai
kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tidak ada.
Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja dientot dari dua arah oleh
mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan kontol yang
lain makin menghujam ke tubuhku. kontol Om Andi
menyentuh bagian terdalam dari nonokku dan ketika kontol
Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka
terkadang memainkan toket atau meremasi pantatku. Aku
serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya
tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit
tapi teredam oleh kontol Joko. Bersamaan dengan itu pula
gentotan Om Andi terasa makin bertenaga. Kami pun nyampe
bersamaan, aku dapat merasakan pejunya yang menyembur
deras di dalamku, kemudian meleleh keluar lewat
selangkanganku.
Setelah nyampe, tubuhku berkeringat, mereka agaknya
mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya. “Nes, aku
pengen ngentotin nonok kamu juga”, kata Joko. Aku cuma
mengangguk, lalu dia bilang lagi, “Tapi Ines istirahat aja dulu,
kayanya masih cape deh”. Aku turun ke kolam, dan duduk
berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku.
Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, om andi duduk di
sebelah kiriku dan Joko di kananku. Kami mengobrol sambil
memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja
meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif
lainnya.
“Nes, aku masukin sekarang aja ya, udah ga tahan daritadi
belum rasain nonok kamu” kata Joko mengambil posisi
berlutut di depanku. Dia kemudian membuka pahaku setelah
kuanggukan kepala,dia mengarahkan kontolnya yang panjang
dan keras itu ke nonokku, tapi dia tidak langsung menusuknya
tapi menggesekannya pada bibir nonokku sehingga aku
berkelejotan kegelian dan meremas kontol om andi yang
sedang menjilati leher di bawah telingaku. “Aahh.. Jok, cepet
masukin dong, udah kebelet nih!” desahku tak tertahankan.
Aku meringis saat dia mulai menekan masuk kontolnya. Kini
nonokku telah terisi oleh kontolnya yang keras dan panjang
itu, yang lalu digerakkan keluar masuk nonokku. “Wah.. seret
banget nonok kamu Nes”, erangnya. Setelah 15 menit dia
gentot aku dalam posisi itu, dia melepas kontolnya lalu duduk
berselonjor dan manaikkan tubuhku ke kontolnya. Dengan
refleks akupun menggenggam kontol itu sambil menurunkan
tubuhku hingga kontolnya amblas ke dalam nonokku. Dia
memegangi kedua bongkahan pantatku, secara bersamaan
kami mulai menggoyangkan tubuh kami. Desahan kami
bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku
tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-
kemari, kedua toketku yang terguncang-guncang tidak luput
dari tangan dan mulut mereka. Joko memperhatikan kontolnya
sedang keluar masuk di nonokku.
Goyangan kami terhenti sejenak ketika om andi tiba-tiba
mendorong punggungku sehingga pantatku semakin
menungging dan toketku makin tertekan ke wajah Joko. om
andi membuka pantatku dan mengarahkan kontolnya ke sana.
“Aduuh.. pelan-pelan om, sakit ” rintihku waktu dia
mendorong masuk kontolnya. Bagian bawahku rasanya sesak
sekali karena dijejali dua kontol kontol besar. Kami kembali
bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah
menjadi rasa nikmat. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika om
andi menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih
lembut dikit. Bukannya mendengar, om andi malah makin
buas menggentotku. Joko melumat bibirku dan memainkan
lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut. Hal itu
berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan
tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya
menjerit panjang dan memeluk Joko erat-erat sampai kukuku
mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku
menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan
Joko. Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli
padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari
mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan
mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas,
serangan mereka juga makin dahsyat, pentilku disedot kuat-
kuat oleh Joko, dan om andi menjambak rambutku. Aku lalu
merasakan peju hangat menyembur di dalam nonok dan
pantatku, di air nampak sedikit cairan peju itu melayang-
layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku
dengan kontol masih tertancap.
Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak
mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah
kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Mereka mengikutiku
dan ikut mandi bersama. Disana aku cuma duduk, merekalah
yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya
sambil menggerayangi. nonok dan toketku paling lama mereka
sabuni sampai aku menyindir “Lho.. kok yang disabun disitu-
situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih”
disambut gelak tawa kami. Setelah itu, giliran akulah yang
memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi,
akupun mengemut kontol mereka secara bergantian sehingga
langsung saja napsu mereka memuncak. aku segera diseret ke
ranjang.
Om andi mendapat giliran pertama, kelihatannya mereka dia
main berdua aja dengan ku. Jembutku yang lebat langsung
menjadi sasaran, kemudian salah satu jarinya sudah
mengelus2 nonokku. Otomatis aku mengangkangkan pahaku
sehingga dia mudah mengakses nonokku lebih lanjut. Segera
kontolnya yang besar, panjang dan sangat keras aku genggam
dan kocok2. “Nes, diisep dong”, pintanya. Kepalanya kujilat2
sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot
pelan2, dan kepalaku mengangguk2 memasukkan kontolnya
keluar masuk mulutku, kenyotanku jalan terus. “Ah, enak Nes,
baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg
ngisep mulut bawah”, erangnya keenakan. Tangannya terus
saja mengelus2 nonokku yang sudah basah karena napsuku
sudah memuncak. “Nes, kamu udah napsu banget ya, nonok
kamu udah basah begini”, katanya lagi. kontolnya makin seru
kuisep2nya. Kulihat Joko sedang mengelus2 kontolnya yang
sudah ngaceng berat melihat om Andi menggarap aku.
Tiba2 dia mencabut kontolnya dari mulutku dan segera
menelungkup diatas badanku. kontolnya diarahkan ke
nonokku, ditekannya kepalanya masuk ke nonokku. terasa
banget nonokku meregang kemasukan kepala kontol yang
besar, dia mulai mengenjotkan kontolnya pelan, keluar masuk
nonokku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya
seluruh kontolnya yang panjang ambles di nonokku. “Enak
om , kontol om bikin nonok Ines sesek, dienjot yang keras om
“, rengekku keenakan. enjotan kontolnya makin cepat dan
keras, aku juga makin sering melenguh kenikmatan, apalagi
kalo dia mengenjotkan kontolnya masuk dengan keras, nikmat
banget rasanya. Gak lama dientot aku udah merasa mau
nyampe, “om lebih cepet ngenjotnya dong, Ines udah mau
nyampe”, rengekku. “Cepat banget Nes, om belum apa2″
jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan kontolnya.
Akhirnya aku menjerit keenakan “Om, Ines nyampe mas , aah”,
aku menggelepar kenikmatan. Dia masih terus saja
mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat dan
keras. Tiba2 dia mencabut kontolnya dari nonokku. “Kok
dicabut om, kan belum ngecret”, protesku. Dia diem saja tapi
menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia
mau gaya anjing. “Om, masukkin dinonok Ines aja ya, kalo
dipantat gak asik”, pintaku. Dia diam saja. Segera kontolnya
ambles lagi di nonokku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil
memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan kontolnya keras
dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa
di nonokku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi, “Om ,
nikmat”, erangku lagi. Jarinya terasa mengelus2 pantatku, tiba2
salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget
sehingga mengejan. Rupanya nonokku ikut berkontraksi
meremas kontol besar panjang yang sedang keluar masuk,
“Aah Nes, nikmat banget, empotan nonok kamu kerasa
banget”, erangnya sambil terus saja mengenjot nonokku.
Sementara itu sambil mengenjot dia agak menelungkup di
punggungku dan tangannya meremas2 toketku, kemudian
tangannya menjalar lagi ke itilku, sambil dientot itilku
dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget dientot dengan
cara seperti itu. “Om , nikmat banget ngentot sama om , Ines
udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om ,” erangku
saking nikmatnya. Dia sepertinya juga udah mau ngecret,
segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan
kontolnya. Tak lama kemudian, “Om, Ines mau nyampe lagi,
om , cepetan dong enjotannya, aah”, akhirnya aku mengejang
lagi keenakan. Gak lama kemudian dia mengentotkan
kontolnya dalem2 di nonokku dan terasa pejunya ngecret.
“Aah Nes, nikmat banget”, diapun agak menelungkup diatas
punggungku. Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia
masih menindihku, kontolnya tercabut dari nonokku. “Om ,
nikmat deh, sekali entot aja Ines bisa nyampe 2 kali. Abis ini
giliran Joko ya”, kataku. “Iya”, jawabnya sambil berbaring
disebelahku. Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku.
“Kamu pinter banget muasin lelaki ya Nes”, katanya lagi. Aku
hanya tersenyum, “Om, Ines mau ke kamar mandi, lengket
badan rasanya”, aku pun bangkit dari ranjang dan menuju ke
kamar mandi.
Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi
telanjang bulat, kulihat om Andi sudah tidak ada dikamar. Joko
sudah berbaring diranjang. Aku tersenyum saja dan berbaring
disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh
napsu. kontolnya keelus2. Lidahku dan lidahnya saling
membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya
berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku. Aku segera
saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia bisa dengan
mudah mengobok2 nonokku. Sambil terus mencium bibirku,
tangannya kemudian naik meremas2 toketku. Pentilku
diplintir2nya, “Jok enak, Ines udah napsu lagi nih”, erangku.
Tanganku masih mengocok kontolnya yang sudah keras
banget. Kemudian ciumannya beralih ke toketku. Pentilku yang
sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu, “Jok ,
nikmat banget “, erangku. Diapun menindihku sambil terus
menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan
akhirnya mendarat di nonokku. “Aah Jok , enak banget, belum
dientot aja udah nikmat banget”, erangku. Aku menggeliat2
keenakan, tanganku meremas2 sprei ketika dia mulai menjilati
nonok dan itilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya
dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe
sebelum dientot. Dia pinter banget merangsang napsuku. Aku
telentang terengah2, sementara dia terus menjilati nonoku
yang basah berlendir itu. Dia bangun dan kembali mencium
bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok kontolnya. Dia
merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan
mulai mengemut kontolnya. “Nes, kamu pinter banget sih”, dia
memuji. Cukup lama aku mengemut kontolnya. Sambil
mengeluar masukkan di mulutku, kontolnya kuisep kuat2. Dia
merem melek keenakan.
Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku
sudah mengangkangkan pahaku lebar2. Dia menggesek2kan
kepala kontolnya di bibir nonokku, lalu dienjotkan masuk,
“Jok , enak”, erangku.Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar
masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kontolnya nancep semua
di nonokku. “Nes, nonokmu sempit banget, padahal barusan
kemasukan kontol berkali2ya”, katnya. “Tapi enak kan, abis
kontol kamu gede dan panjang sampe nonok Ines kerasa
sempit”, jawabku terengah. Dia mulai mengenjotkan kontolnya
keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya. “Enak Jok, aah”,
erangku keenakan. enjotannya makin cepat dan keras,
pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa nonokku mulai
berkedut2, “Jok lebih cepet dong, enak banget, Ines udah mau
nyampe”, erangku. “Cepet banget Nes, aku belum apa2″,
jawabnya. “Abisnya kontol kamu enak banget sih gesekannya”,
jawabku lagi. enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk
amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat
aku “Terus Jok , enak”. Toketku diremas2 sambil terus
mengenjotkan kontolnya keluar masuk. “Terus Jok , lebih
cepat, aah, enak Jok, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku
mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya. Padahal
dengan om Andi, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini
masih
terasa nikmat banget. Aku memeluk pinggangnya dengan
kakiku, sehingga rasanya makin dalem kontolnya nancep.
nonokku kudenyut2kan meremas kontolnya sehingga dia
melenguh, “Enak Nes, empotan nonok kamu hebat banget, aku
udah mau ngecret, terus diempot Nes”, erangnya sambil terus
mengenjot nonokku. Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya
ngecret didalam nonokku, banyak banget kerasa nyemburnya
“Nes, aakh, aku ngecret Nes, nikmatnya nonok kamu”,
erangnya. Dia menelungkup diatas badanku, bibirku
diciumnya. “Trima kasih ya Nes, kamu bikin aku nikmat
banget”. Setelah kontolnya mengecil, dicabutnya dari nonokku
dan dia berbaring
disebelahku. Aku lemes banget walaupun nikmat sekali. Tanpa
terasa aku tertidur disebelahnya.
Aku terbangun karena merasa ada jilatan di nonokku, ternyata
om andi yang masih pengen ngentotin aku lagi. kulihat
kontolnya sudah ngaceng lagi. nonokku dijilatinya dengan
penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya nonoku
makin terbuka. “Om , nikmat banget mas jilatannya”, erangku.
Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas2
toketku sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di
nonokku. Pentilku kuplintir2 juga. Kemudian itilku diisep2nya
sambil sesekali menjilati nonokku, menyebabkan nonokku
sudah banjir lagi. Aku menggelepar2 ketika itilku diemutnya.
Cukup lama itilku diemutnya sampai akhirnya kakiku
dikangkangkan. “Om,
masukin dong om , Ines udah pengen dientot”, rengekku. Dia
langsung menindih tubuhku, kontolnya diarahkan ke
nonokku. Begitu kepala kontolnya menerobos masuk, “Yang
dalem om , masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om “,
rengekku karena napsuku yang sudah muncak. Dia langsung
mengenjotkan kontolnya dengan keras sehingga sebentar saja
kontolnya sudah nancap semuanya dinonokku. Kakiku segera
melingkari pinggangnya sehingga kontolnya terasa masuk lebih
dalem lagi. “Ayo om , dienjot dong”, rengekku lagi. Dia mulai
mengenjot nonokku dengan cepat dan keras, uuh nikmat
banget rasanya. enjotannya makin cepat dan keras, ini
membuat aku menggeliat2 saking nikmatnya, “Om , enak om ,
terus om , Ines udah mau nyampe rasanya”, erangku. Dia tidak
menjawab malah mempercepat lagi enjotan kontolnya.
Toketku diremas2nya, sampe akhirnya aku mengejang lagi, “om
enak, Ines nyampe om , aah”, erangku lemes.
Kakiku yang tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke
ranjang. Dia tidak memperdulikan keadaanku, kontolnya terus
saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah
mendengus2. nonokku kudenyut2kan meremas kontolnya. Dia
meringis keenakan. “Nes, terus diempot Nes, nikmat banget
rasanya. Terus empotannya biar om bisa ngecret Nes”,
pintanya. Sementara itu enjotan kontolnya masih terus gencar
merojok nonokku. Toketku kembali diremas2nya, pentilnya
diplintir2nya. “Om , Ines kepengin ngerasain lagi disemprot
peju om “, kataku. Terus saja kontolnya dienjotkan keluar
masuk nonokku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya,
“Nes, aku mau ngecret Nes, aah”, erangnya dan terasa
semburan pejunya mengisi bagian terdalam nonokku. Nikmat
banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan
memelukku erat2, “Nes, nikmat banget deh ngentot ama
kamu”, katanya.
Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri
dan berpakaian. Kami kembali ke Jakarta. Diperjalanan pulang
aku hanya terkapar saja dikursi mobil. Lemes banget abis
dientot 2 cowok berkali2. “Om, jangan lupa orbitin Ines ya”,
kataku. “Jangan kawatir, selama om masih bisa ngerasain
empotan nonok kamu, pasti kamu melejit keatas deh. Bener
gak Jok”, jawabnya. Joko hanya tersenyum saja. Gak lama
setelah mobil jalan, akupun tertidur.

From → umum

Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: